Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Desember 2012

Poem of Rumisme


One day You will take my heart completely
and make it more fiery than a dragon.
Your eyelashes will write on my heart the poem
that could never come from the pen of a poet.

I've been looking for a long,
long time,for this thing called love,
I’ve ridden comets across the sky,
and I’ve looked below and above.
Then one day I looked inside myself,
and this is what I found,
A golden sun residing there,
beaming forth God’s light and sound.

Senin, 06 Agustus 2012

Hujan


Waktu  menetesi bunga-bunga soka yang merah. Tanpa mendung, tanpa angin, tanpa petir. Kali ini hujan turun sendirian. Begitu sederhana. Begitu tenang. Hanya hujan.

Tapi aroma yang menguar dari tanah yang basah ini terasa akrab dalam memoriku, Terasa bersejarah. Samar samar memang, Tapi cukup mampu mengembalikanku ke masa puluhan tahun yang lalu. Ketika ayah menggendongku di pundaknya.

Waktu itu  hujannya juga sederhana. Dan aku cekikikan melihat anak anak bebek yang panik berlarian. Menyemangati ayah, aku menjerit sekeras kerasnya seolah anak bebek itu tertangkap. Tentu saja hanya “seolah-olah”, karena nyatanya, kami memang tidak berniat menangkap anak bebek itu. Kami hanya ingin menikmati hujan yang sederhana.

Masa masa itu terasa baru kemarin. Hanya perasaanku saja, pasti. Karena sekarang, ayahku tampak begitu rapuh, dengan gigi ompongnya, dengan mata rabunnya, dengan kulit keriputnya, dengan rambut ubannya. Ayahku sekarang tampak begitu tua. Jadi kesimpulanku, masa masa itu pasti sudah lama sekali berlalu.

Namun hujan kali ini mengembalikanku pada masa masa itu. Mengingatkanku pada sebuah rasa yang tak asing : aku begitu mencintainya….

Falsafah Jawa


1. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman
Jangan heranan; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut; Jangan manja.

2. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.

3. Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti
Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.

4. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha
Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan.

5. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo
Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.

6. Urip Iku Kudu Urup
Hidup itu Harus Menyala,
Hidup itu hendaknya memberi manfaat untuk orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan akan lebih baik.

7. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.

8. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman
Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.

9. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

10. Aja Adigang, Adigung, Adiguna
Jangan sok berkusa, sok hebat, sok pintar…..!!!